Moms, pernah gak terkadang merasa burnout atau gampang banget stres? Atau, malah sering? Kalau gitu, Moms gak sendirian. Sebenarnya, banyak ibu bekerja di luar sana yang ngerasa sulit mencapai Work Life Balance (WLB).

Apalagi, rutinitas work from home (WFH) selama pandemi, seakan makin menghilangkan jarak pemisah antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. 

Jadi, gimana dong? Kalau Moms merasakan hal yang sama. Mungkin sebaiknya coba agar lebih fokus pada Work Life Integration (WLI). 

Apa itu work life integration?

Dalam work life integration, fokusnya adalah menemukan sinergi antara semua unsur kehidupan, termasuk pekerjaan, rumah atau keluarga, komunitas, dan diri sendiri. 

Beda dengan konsep work life balance yang berupaya mencapai kondisi ideal antara kehidupan dan pekerjaan secara berdampingan. 

Contohnya, gimana Moms akan memilih jam kerja paling efektif saat bekerja remote dari rumah? Apakah bekerja mulai pukul 8 pagi, sehabis olahraga pagi? Atau, kerja di malam hari, ketika anak-anak sudah tidur? 

Yang jelas, dengan work life integration (WLI) kita bisa membuat prioritas yang paling nyaman dijalankan. Misalnya nih, Moms bisa mengelola proyek selama WFH (work from home) senyaman mungkin dan sesuai fleksibilitas waktu yang ada. 

 

Bagaimana cara menerapkan work life integration?

Pekerjaan adalah bagian dari kehidupan pribadi yang kadang tidak bisa dipisahkan. So, usahakan agar menjalankan secara seimbang dan jauhi stres. Berikut cara yang bisa diikuti, ya:

 

1. Fokus pada produktivitas, bukan pada waktu yang dihabiskan. 

Jangan memikirkan sudah berapa jam sih waktu yang dihabiskan sehari untuk bekerja dan keluarga. Tapi, dalam WLI yang terpenting adalah gimana kita bisa memakai waktu secara optimal dan berkualitas. 

2. Kapan dan dimana kamu paling produktif.

Pada saat menerapkan WLI, kamu perlu memahami kapan dan dimana kondisi terbaik untuk menyelesaikan pekerjaan. Misalnya, ada orang yang lebih suka mengerjakan tugas saat pagi hari. Sebagian lain, ada yang suka malam hari. 

Atur jadwal yang paling sesuai dengan kenyamanan dan membuatmu makin produktif.

 

3. Bagi waktu kerja dalam waktu singkat.

Moms, coba deh bagi waktu kerja dalam beberapa durasi saat WFH. Misalnya, selama 45-60 menit. Setelah pekerjaan selesai, lakukan aktivitas lain yang menyenangkan. Seperti menonton film, membaca buku, tidur, atau menemani anak bermain. Setelah itu, mengerjakan tugas lagi hingga selesai. 

 

Berbekal tips-tips di atas, mompreneur bisa jauh dari stres dan bisa menerapkan work life integration yang menambah produktivitas. Buktiin deh, moms.