Personal branding memang erat kaitannya dengan membangun citra diri yang baik. Tanpa disadari sebenarnya sebagian orang sudah menerapkannya dalam era teknologi saat ini. Tapi belum saja dilakukannya secara maksimal. Mungkin saja orang masih awam dengan apa sih sebenarnya personal branding itu? Pentingkah kita harus menguatkan hal itu?

Nah jawabannya kan kita kupas bersama-sama ya Mom. Pada harfiahnya, personal branding merupakan bagaimana cara kita menunjukkan value atau kualitas diri dipandangan masyarakat umum, istilahnya kita memposisikan diri kita layaknya produk pada umumnya.

Mom pastinya udah nggak asing lagi dengan minuman ‘AQUA’, bukan? Hampir di seluruh penjuru Indonesia pasti mengenali brand minuman yang satu ini. Mau itu minuman lain sekalipun, masyarakat akan menyebutnya aqua. Nah kurang lebihnya begitu ya Mom, contoh kuat dan efektifnya personal branding dari aqua itu sendiri. Aqua dikenal masyakarat karena rasanya yang alami dan menyegarkan.

Pertanyaannya, Mom mau dikenal masyakarat sebagai seseorang yang seperti apa nih? Bisa sobat tentukan mulai dari tips yang pertama ini.

Kiat-kiat membangun personal branding dari nol.

1. Mengenali diri sendiri

    Yaelah min, masa iya nama sendiri nggak kenal?”. Eits, bukan sebatas mengenali diri dari nama ya sobat. Tapi mengenali diri sendiri ini adalah langkah paling dasar dalam membangun personal branding Mom.

    Karena kalau kita mengenali sobat cuma sekedar dari namanya, nama ‘udin’ mah di Indonesia ada bejipun orang memiliki nama itu. Lain halnya kalau Mom memiliki sisi keunikan tersendiri dari udin udin yang lain diluar sana.

    Sehingga dengan begitu Mom bisa lebih mudah dikenali banyak orang. Misalkan : jago public speaking, hobi menggambar dan melukis, memiliki suara yang merdu dan khas. Intinya kenali diri Mom sebelum membranding personalnya lebih lanjut.

    2. Membangun network secara luas

      Setelah poin 1 udah menemukan jawabannya, Mom bisa membangun network alias relasi sebanyak-banyaknya.

      Saat ini berteman berkenalan berjabat tangan dan bersapa tatap muka udah bukan lagi menjadi keharusan ya Mom.

      Lewat dunia maya, kita udah bisa menambahkan banyak teman untuk bisa membantu memaksimalkan personal branding kita.

      3. Maksimalkan potensi dalam diri

        Disaat Mom sudah mengenali diri unik dari yang lain, atau mengenali diri sebagai orang dengan passion A,B,C dst.

        Mom bisa memaksimalkannya. Misal jago menyanyi, sobat bisa maksimalkan dengan mengikuti audisi menyanyi di tiap daerah.

        Nggak perlu mesti menang sobat, yang terpenting berani mencoba dan mengusahakan untuk menyalurkan potensi yang ada dalam diri.

        4. Memanfaatkan sosial media

          Nah ini ada kaitannya dengan poin ke 2 ya sobat.

          Karena di era sekarang ini digital seperti sosial media bisa memberikan peran positif bagi penggunanya. Tapi lagi lagi tergantung juga dari kitanya mau memanfaatkan peran itu atau tidak.

          Cara memanfaatkannya yang efektif adalah dengan menggunakan username yang sama di setiap akun sosial media Mom. S

          elain itu bergabung di grup atau komunitas sesuai dengan passion yang akan menjadi value sobat, lakukan postingan sosial media sesuai passion, dan terakhir silahkan minta testimoni dari relasi yang Mom miliki.

          5. Jangan menutup diri terima tawaran

            Setelah dari kiat-kiat diatas udah dilakuin, dijamin deh tawaran ngisi acara akan Mom terima dengan gampangnya.

            Bagaimana Mom? Udah cukup terbantukah dari pertanyaan pentingnya membangun personal branding meskipun mulai dari 0? Hal ini cukup penting bagi seseorang yang ingin memaksimalkan juga potensi dalam dirinya untuk memiliki karir yang sukses.

            Harapannya Mom nantinya bisa bekerja sesuai dengan passion alias “bekerjalah – dan ketika lelah, lelahmu itu menjadi bahagia”.

            Yaa dengan begitu kita bisa menghindari perasaan mengeluh tiap capek bekerja. Semoga membantu! 😊

            personal branding merupakan bagaimana cara kita menunjukkan value atau kualitas diri dipandangan masyarakat umum, istilahnya kita memposisikan diri kita layaknya produk pada umumnya.

            Dwi Rahmawati

            Contributor, Smart Mom Community