Di tengah situasi ekonomi saat ini, siapa sih yang tak mau dapat gaji tambahan, Moms? Apalagi, kerjanya cukup online di depan laptop, tanpa harus keluar rumah. 

Pasti semua mau, kan! Nah, salah satu caranya adalah menjual kursus online. Biasanya, content creator akan membuat materi dalam format digital seperti e-Book atau video untuk dijual pada audiens. 

Materi kursus online ini bisa milik pribadi (dibuat sendiri) atau berafiliasi dengan orang lain. 

Asyiknya jualan kursus online adalah bisa jadi penghasilan pasif bulanan. Karena, setiap kali ada yang beli dan mengunduh filenya, komisi akan langsung dibayarkan ke kita, Moms.

Gak sabar pengen mulai jualan kursus online? Simak dulu step by step-nya, yuk!

 

 

Langkah 1: Temukan ide topik.

Jadi, Moms pengen belajar cara dapat duit dengan jualan kursus online? Oke siap! Hal pertama adalah temukan dulu ide topik kursusnya. 

Misalnya, dengan membuat kuesioner pakai Google Docs atau Typeform, atau cek lagi komentar-komentar yang masuk dan email lama untuk melihat apa aja topik yang disukai audiens. 

Kemudian, miliki daftar email audiens yang akan diundang sebagai peserta kursus kita. 

Gak punya daftar email audiens? Cari grup Facebook yang relevan. Lalu, liat pertanyaan apa yang biasanya sering ditanyakan. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita bisa membuat solusi dan tutorialnya di kursus online. Simpel, kan!

 

 

Langkah 2: Merekam kursus online. 

Selanjutnya, Moms butuh mikrofon dan laptop/ komputer serta perangkat lunak screencasting untuk merekam materi kursus. 

Moms bisa pakai kamera internal laptop, kamera eksternal, atau cukup memakai smartphone. 

Langkah 3: Memasarkan kursus online. 

Agar makin viral dan banyak yang download, jangan lupa pasarkan kursus online di beberapa platform ternama. Contohnya aja, kayak Udemy, Skillshare, dll. 

Atau, Moms juga bisa membuat website khusus untuk mengarahkan peserta mau ikut kursus online dan mengunduh file yang tersedia. 

 

 

Bagikan link website tersebut di media sosial, seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Kalau perlu, gandeng blogger atau influencer agar ikut mempromosikan. Siapa tau, mungkin blogger tersebut juga bisa mengajak followersnya. 

Sudah siap membuat kursus online, Moms?