Ketika seorang wanita menjalankan banyak peran sebagai ibu, istri, saudara, teman, sampai mompreneur, semuanya terasa berat. 

Gak sedikit Moms di luar sana yang mengeluh, seakan-akan waktu 24 jam sangat kurang. Capek sepulang dari kantor, sudah ada tugas rumah tangga yang menanti. Gimana caranya agar bisa tetap enjoy menjalani semua itu? 

Sabar, Moms! Kita para Moms seringkali merasa capek dan kewalahan menghadapi momen yang menantang. Namun, perlu disadari bahwa kita masing-masing punya kapasitas masing-masing. 

Ada yang bisa multitasking dan menangani berbagai situasi sulit dengan mudah. Tapi, ada juga yang kerap merasa bersalah dan gagal sebagai seorang mompreneur. 

Kuncinya adalah menjaga keseimbangan peran agar tidak merasa terbebani atau stres berlebihan. Lakukan beberapa saran berguna di bawah ini:

 

 

1. Istirahat dan hindari stres. 

Moms, jarang disadari, kalau kita merasa capek atau kelelahan, malah akan gampang uring-uringan. Akibatnya, anak atau suami yang jadi sasaran omelan kita. 

Kalau Moms sedang capek, luangkan waktu 5-10 menit untuk relaksasi. Fokus pada latihan pernapasan agar otot saraf lebih santai dan pikiran juga tenang. Kalau Moms merasa lebih rileks, maka bisa menghadapi anak-anak atau pasangan lebih lebih terbuka dan hangat. 

Bila perlu, minta bantuan suami untuk mengerjakan tugas rumah tangga. Suami-istri yang saling mendukung adalah tim yang mampu menaklukkan berbagai tantangan. 

 

 

2. Jadwalkan liburan. 

Ada sebagian pegawai yang sungkan kalau mau ambil cuti buat liburan keluarga. Padahal, cuti liburan adalah hak setiap karyawan. Hal ini penting untuk memulihkan energi dan kreativitas kita sebagai ibu yang bekerja. 

Atur jadwal agar bisa liburan bareng keluarga. Atau, Moms bisa menitipkan anak-anak ke kakek-nenek, agar bisa berduaan dengan suami. 

Entah itu, nonton bioskop, makan malam, atau jalan-jalan berdua akan sangat menyegarkan kembali hubungan pernikahan. 

 

3. Nikmati profesi sebagai orangtua. 

Mengasuh anak bukan cuma tugas ibu. Karena itu, sangat penting melibatkan suami sebagai support system agar tercapai keseimbangan peran mompreneur. 

Saat ada meeting virtual atau tugas penting, minta bantuan suami untuk menjaga anak-anak. Atau, bisa juga menitipkan anak-anak ke saudara, day care, dll. Seiring waktu, ketika anak-anak sudah besar, pola pengasuhan akan lebih mudah. 

Pasalnya, anak-anak juga bisa lebih mandiri dan bahkan bisa membantu mengerjakan tugas rumah tangga. Seperti mencuci piring kotor, menyapu rumah, dan lainnya. 

 

 

Menjalani banyak peran sebagai ibu, istri, sekaligus mompreneur emang gak mudah, Moms. Ada yang punya tips atau saran tambahan lainnya? Bagikan pendapatmu dong, Moms..