Eksistensi adalah hal yang ingin dicapai setiap orang dimana keberadaan seseorang diakui dalam sebuah kelompok masyarakat. Maka, eksistensi adalah hal yang manusiawi seperti yang dikatakan oleh Maslow mengenai self-actualisation merupakan kebutuhan manusia yang paking hierarki. Mencapai eksistensi tidak selalu berarti kita ingin menjadi sosok yang dikenal seperti artis atau selebgram, diakui keberadaannya, didengarkan pendapatnya, bahkan dianggap berpengaruh meskipun dalam kelompok masyarakat kecil atau tertentu.

 

Untuk memperoleh eksistensi kita perlu melakukan personal branding. Personal branding adalah kegiatan membangun identitas atau image tentang diri kita, seperti apa yang kita harapkan ketika seseorang membicarakan diri kita saat sedang tidak bersama. Misalnya, setiap orang pasti ingin digambarkan sebagai orang yang baik, ingin dibicarakan hanya tentang kebaikannya di belakang dirinya, iya kan? Mana ada sih yang mau diomongin sebagai orang yang jahat. 

 Nah, sekarang saatnya bahas gimana sih caranya membangun personal branding yang positif?

1. Miliki Kepribadian yang Positif 

Diawali dengan bertanya pada diri sendiri ya, Moms, tanyakan dengan detail kita ingin dikenal sebagai orang yang seperti apa. Apakah kita ingin dikenal sebagai wanita karir yang hebat, dikenal sebagai Moms terkece di lingkungan orang tua dari teman-teman anak kita? Kalau Moms ingin dikenal sebagai Moms terkece maka yang harus Moms lakukan adalah bersikap supportif pada segala kegiatan anak, bersikap ramah dan hangat pada teman-teman anak kita, hingga menjadi teman yang baik dengan para orang tua yang lain. Dengan demikian, maka image yang terbentuk tentang diri kita di lingkungan para orang tua akan menjadi positif. 

2. Kenali Apa Sih Yang Kamu Yakini? 

Sebagai wanita karir kita yakin pada apa yang kita lakukan, memilih berkarir meskipun telah berkeluarga adalah keputusan yang berat. Dalam perjalanannya tidak mudah untuk terus meyakini bahwa hal tersebut adalah keputusan yang benar, melihat Moms lain yang punya quality time dengan anak lebih banyak bisa membuat galau. Pada situasi tersebut, yuk, kembalikan keyakinan atas keputusan yang telah kamu buat. Yakin bahwa kita mampu membagi waktu dan mencapai keseimbangan hidup dengan bekerja sekaligus menjadi ibu yang baik. Bahwa kita berpendidikan dan merasa ingin menyalurkan ilmu kita menjadi manfaat yang lebih luas. 

3. Tersenyum

Dikenal sebagai pribadi yang positif bukanlah hal yang bisa diperoleh dengan instan. Untuk dikenal sebagai orang yang menyenangkan kita perlu konsisten bersikap baik pada semua orang di setiap waktu. Bersikap ramah dan tersenyum pada semua orang baik di dunia nyata maupun maya akan membangun image kita sebagai pribadi yang positif. 

 Moms, perhatikan fenomena terkini tentang personal branding, banyak orang yang memanfaatkan social media sebagai wadah menyebarkan pendapat dan pandangan hidup yang diyakini dan berharap bisa mempengaruhi penontonnya.  Artinya, banyak orang yang ingin diakui keberadaannya kalau mereka eksis dan sedang melakukan personal branding. 

 Bagaimana denganmu? Ingin dikenal sebagai apa? Apa yang kamu lakukan untuk menunjukkan eksistensimu?