Moms, sepertinya hampir semua dari orang di dunia ini sejak kecil diajarkan untuk selalu berbuat baik pada sesama manusia, iya kan? Entah melalui pelajaran di sekolah, ajaran agama, hingga didikan para orang tua kita. Padahal kita sebagai manusia yang dikaruniai akal pikiran berhak untuk memilih dengan siapa kita akan berkawan berdasarkan kenyamanan. 

 

Yup, buat apa punya banyak teman jika kita hanya nyaman pada beberapa orang saja. Terutama untuk Moms yang sudah memasuki usia 30 tahun dimana pertemanan tentu berbeda dengan masa sekolah, kuliah, bahkan saat lulus kuliah. Memasuki usia 30 tahun mungkin teman-teman Moms sudah mulai berkeluarga hingga sibuk dengan keluarganya dan tidak sempat berinteraksi intens dengan kita. Maka dari itu tersaringlah beberapa ring relationship baik dengan pasangan, keluarga, maupun teman sebagai berikut:

 

 

1. Circle I

Siapa aja sih yang mendapatkan golden tiket untuk berada di ring pertama ini? Tentu saja orang tua, pasangan, dan beberapa sahabat yang mungkin tidak banyak kita miliki lagi. Orang-orang yang berada di Circle I ini adalah orang terdekat kita yang selalu ada di saat suka dan duka kita. Mereka adalah yang selalu siap memberikan support terbaiknya dalam rangka kelancaran hidup kita. Anggota Circle I ini yang perlu kita jaga dengan baik, because we are human, kita akan selalu butuh support dari orang yang kita percaya. 

 

2. Circle II

Nah, selanjutnya ada ring kedua yang mewarnai kehidupan kita. Mereka adalah orang-orang yang mungkin pernah berada sangat dekat dengan kita, namun atas suatu hal yang terjadi hubungan ini merenggang. Tidak berarti bermusuhan ya Moms, orang-orang di Circle II ini masih bisa menjadi teman tapi intensitasnya tidak setinggi dengan orang-orang di Circle I. Kita juga tidak perlu memaksakan anggota Circle II ini masuk ke Circle I. Contohnya, pasangan suami istri yang sudah tidak lagi menemukan kecocokan dalam rumah tangga lalu berpisah termasuk dalam relationship di Circle II. Meskipun sudah tidak berhubungan sebagai suami istri namun mantan pasangan tetaplah salah satu orang tua dari anak kita. 

 

3. Circle III

Terakhir adalah anggota tim Circle III, orang-orang yang kita hanya kenal biasa saja. But Moms, kita perlu untuk menjaga hubungan sewajarnya dengan Circle III ini karena bisa saja di masa depan orang-orang di Circle III ini akan berubah menjadi Circle I. 

 

Memasuki usia yang tidak lagi muda dan menapaki kehidupan berumah tangga, manner dalam pertemanan kita tentu saja juga berubah. Menurut Analisa Widyaningrum, psikolog sekaligus trainer, di waktu ini sudah bukan lagi waktunya untuk julid sana-sini dengan teman. Namun, saat kita mendengar ada komentar negatif atas diri kita, yang perlu kita lakukan adalah menganalisis. Luangkan waktu sejenak untuk kita berefleksi dan introspeksi. Sekali lagi, menganalisi bukanlah kritisi pada diri kita namun bentuk refleksi dan introspeksi. 

 

Moms, sebagai istri dan ibu, kita sudah sangat sibuk untuk membahagiakan keluarga, jadi kamu nggak perlu tuh pusing untuk membahagiakan orang lain. Yang perlu kita utamakan adalah kebahagiaan diri kita sendiri di atas kebahagiaan orang lain. Sebuah pepatah mengatakan, “Teman baik itu akan datang dengan sendirinya. Kita tidak perlu memaksa untuk berbuat baik kepada kita.”

 

Saat kita akan berbuat baik untuk orang lain dimanapun circle mereka berada, jangan lupa untuk meluruskan niat baik kita. Niatkan kebaikan sebagai bentuk ibadah kita pada Allah SWT, maka rencana kita akan berjalan lancar dan kita akan mendapat balasan kebaikan pula. Tidak perlu memaksakan diri ya Moms, lakukan sesuai perintah hati nuranimu. So, it’s okay untuk nggak baik sama semua orang..