Apakah kamu tipe orang yang mudah mengeluarkan uang untuk membeli sesuatu? Kalau iya, artinya mungkin saja kamu sudah bersikap impulsif. Atau bisa saja karena merasa punya uang lebih Moms meilih jalan praktis untuk langsung beli tanpa memikirkan buyerarchy of needs. Untuk kamu yang belum tau apa itu Buyerarchy of Needs, sebaiknya baca artikel ini sampai akhir ya..

 

Buyerarchy of needs adalah sebuah piramida yang berisi teori pemenuhan kebutuhan yang dicetuskan oleh Sarah Lazarovic. Berikut adalah urutan buyerarchy of needs dari bawah:

 

  • Use What You Have

Perlu baju untuk menghadiri pesta pernikahan salah satu keluarga dekat lalu merasa tidak punya baju? Hmm, mungkin kamu perlu meluangkan sedikit waktu untuk menemukan baju lama mu. So, teori pertama dari buyerarchy of needs mengajarkan kita untuk tidak malas dan memastikan semua benda yang kita miliki akan berfungsi dengan maksimal.

 

Gimana kalau ternyata kita punya banyak barang yang tidak diperlukan lagi? Maka lepaskanlah, berikan pada orang yang membutuhkan atau dijual saja. Kegiatan ini akrab disebut sebagai decluttering alias melepas benda-benda yang jika disimpan hanya akan menjadi sampah. Lakukan secara berkala ya. 

 

  • Borrow 

Sudah bongkar lemari tapi masih nggak nemu apa yang dicari, mari kita coba teori selanjutnya yaitu borrow alias meminjam. Hubungi teman, sahabat, saudara yang bisa meminjamkan barang yang diperlukan untuk waktu tertentu. Selain itu Moms bisa mencoba jasa rental, hari gini apa sih yang nggak ada di rentalan? Manfaatkan akses internet untuk mencari informasi seputar penyewaan barang yang sedang kamu butuhkan. 

 

  • Swap

Anak-anak ternyata tumbuh dengan cepat ya Moms, tidak terasa banyak mainan dan buku-buku yang sudah tidak bisa digunakan lagi di usia si kecil sekarang. Daripada barang menumpuk di rumah coba tawarkan untuk bertukar barang dengan seseorang. Moms bisa join grup obrolan tukar barang yang lagi tren belakangan ini. Moms bisa menukar barang untuk sementara waktu bahkan selamanya sesuai ketentuan yang berlaku di komunitas tertentu. 

 

  • Thrifting

Apa sih yang kamu bayangkan saat mendengar kata thrifting? Barang bekas, kotor? Jauhkan pikiran tersebut karena hari gini jenis thrifting ada macam-macam, bisa melalui platform online, membeli barang preloved milik teman, bahkan cari-cari di instagram. Thrifting bisa membantu menekan anggaran untuk membeli barang dibanding membeli barang baru yang harganya relatif masih mahal. 

 

  • Make 

Moms, si kecil mulai bosan dengan mainan yang itu-itu saja sementara mau beli baru belum ada anggarannya. Tenang! Lagi-lagi manfaatkan internet untuk mencari inspirasi. Buka youtube untuk menemukan ide bermain yang bisa dibuat sendiri. Selain lebih hemat, membuat mainan sendiri bisa memberikan rasa puas, dan si kecil akan bangga kalau ibunya kreatif bisa bebikinan sendiri. 

 

  • Buy 

Pilihan terakhir saat Moms tidak punya waktu lebih dan sedang tidak ada koneksi yang bisa meminjamkan barang. Pastikan kamu punya anggaran lebih untuk membeli suatu barang agar tidak mengganggu kas bulanan ya. 

 

Itulah Moms isi dari buyerarchy of need yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sebelum bertindak impulsif membeli barang. Keep calm and stay mindful!