Siapa sih yang nggak pengen anaknya tumbuh jadi anak yang cerdas dan membanggakan kedua orang tua? Sampai kita sebagai orang tua rela banget mengeluarkan sejumlah biaya yang nggak sedikit untuk bayar sekolah di sekolah yang berkualitas, bayar les ini itu supaya skill anak semakin terasah. Namun, apakah kamu yakin anak-anak bahagia dengan sekolah dan les ini itu nya, padahal mungkin usia anak masih belum sampai 7 tahun. Apakah tidak sebaiknya mereka menghabiskan waktu dengan bermain?

Tidak ada yang salah jika anak mau belajar dan dan berprestasi di usia dini, namun jangan sampai melupakan soal kebahagiaannya. Dituliskan oleh Jessica Joelle Alexander dalam bukunya The Danish Way Of Parenting  bahwa bermain mengajari mereka ketangguhan. Dan, ketangguhan sudah terbukti menjadi satu dari faktor paling penting dalam memprediksi kesuksesan pada orang dewasa. Anak yang tangguh karena puas bermain di masa kanak-kanaknya diprediksi akan menjadi seorang dewasa yang bahagia. 

Berikut adalah fakta-fakta tentang manfaat membiarkan anak-anak bermain, simak yuk: 

  • Anti Cemas-Cemas Club 

Moms, membiarkan anak bermain tanpa banyak intervensi dari orang tua atau care giver pada saat usia dini terbukti memberikan manfaat yang luar biasa loh. Salah satunya adalah membentuk anak menjadi pribadi yang tenang dan tidak mudah cemas. Pada saat anak bermain bebas ia akan menemui lebih banyak tantangan, misalnya memanjat, mengejar burung yang terbang, terkena cipratan genangan air dan lain-lain, yang membuat anak mendapat lebih banyak pengalaman dan tumbuh menjadi tangguh. Tantangan serta pengalaman yang ia dapatkan saat bermain akan mengasah bagaimana kemampuannya menghadapi masalah, sehingga saat bertumbuh ia akan menjadi pribadi yang lebih tenang dalam menghadapi masalah dan fokus untuk menemukan solusi ketimbang fokus meratapi masalahnya.

  • Mengasah Kecerdasan 

Dengan banyaknya tantangan dalam bermain yang dihadapi oleh anak, maka cara berpikir anak terhadap suatu hal juga akan terbentuk. Sebagai contoh seorang anak yang terbiasa diatur oleh orang tuanya akan kewalahan saat ia harus menghadapi dunia luar seperti bertemu dengan orang asing, mengalami situasi yang buruk misalnya kehujanan, dan lain-lain. Berbeda dengan anak yang terbiasa bermain bebas, seorang anak yang dibiarkan bermain hujan, bermain bola di lapangan, mereka akan lebih cepat dalam berpikir dan membuat keputusan kelak saat dewasa.

  • Memperluas Sudut Pandang 

Nah, yang tidak kalah penting, kadang sebagai orang dewasa kita kurang luas dalam melihat suatu fenomena yang terjadi, sehingga terlalu cepat memberikan penilaian alias gampang ngejudge. Nggak pengen kan anak kita jadi seperti itu? Dengan memberi waktu anak bermain bebas sama halnya dengan memberi waktu pada anak untuk lebih banyak bergaul dan mengenal lebih banyak orang. Artinya, anak akan melihat dunia lebih luas, tentang berbagai macam karakter manusia, berbagai masalah, dan memperluas sudut pandang dalam melihat hal tersebut. Dengan luasnya cara pandang, maka cara anak dalam menyikapi suatu masalah juga akan lebih bijak. 

Berbeda dengan anak-anak yang lebih banyak mendapat intervensi dari care givernya untuk melakukan ini itu. Misalnya saat anak diajak jalan-jalan, kemudian dia berlari dan tiba-tiba anak nyaris terjatuh, lalu orang tuanya bereaksi secara berlebihan. Jika kejadian seperti ini terjadi berulang terus menerus bisa menyebabkan kepercayaan diri anak menurun dan kemampuannya dalam menyelesaikan masalah kurang terasah.

Gimana Moms? Mulai terpikir untuk membebaskan anak bermain? Meskipun demikian, tetap berhati-hati ya karena pandemi belum berakhir.